Blogger Widgets

Jumat, 17 Februari 2012

Me and The Resitance Training Specialist Seminar

Hari Jumat tanggal 17 Februari kemarin, aku ke bandung untuk mengikuti Progam RTS ini yang diselenggarakannya di Hotel Aston.
Like always, sampai disana sindrom minder datang karena aku tahu mungkin aku yang paling muda, badannya paling kurang berbentuk, dan mungkin lagi aku satu2nya yang bukan trainer disini (uuuh, aku harap trainerku ga baca blogku ini). Tapi menurutku agak aneh kalau seorang yang sudah jadi trainer ikut seminar2 atau pelatihan2, maksudku bukannya mereka ikut latihan ini sebelum jadi trainer agar ke depannya mereka bisa jadi trainer yang tahu soal ini? memang terbalik menurutku, anyway, mari kita lanjutkan.

Jadi aku sembunyi di mobil dulu sampai jam 9 kurang 15 nanti, di mobil, like always again, aku ngeliat orang super berotot yang lagi2 bikin aku minder. Kufotolah mereka diam2, dan kukirim ke grup bbm teman2ku untuk mencari hiburan.





Thanks untuk sahabat2ku yg satu ini karena ga berhenti untuk support aku. :)
Saat aku duduk, aku melihat Pak Halim Tsiang mempersilahkan aku masuk dengan senyuman super ramah, saat di ruangan seminar dia berkata padaku dengan nada sangat bersahabat "Naufal rajin sekali ya belajar terus", oh WAW! orang terkenal ini ingat aku! dan pujian itu terlalu berat untukku, aku mengiyakan dan tersenyum lalu mencoba duduk dengan canggung.

Nah, RTS ini pengajarnya adalah Dr. Mark Slavin, ditranslatekan oleh Pak Halim Tsiang.



Ade Rai juga datang dan sedikit memberi pengarahan disini. Astaga... orang ini attitude-nya baiiiik sekali!


Sekarang aku akan nulis soal hal2 ilmiah yang cukup unik yang diajarkan di RTS ini, yang bukan Gym-ers bisa dilewat aja bacanya :p.

Intinya seperti bahwa tiap latihan itu ada manfaat serta tingkat resikonya, seorang trainer harusnya bisa memaksimalkan manfaat itu dan mengecilkan seminimal mungkin resiko. Bukan hanya soal resiko yang terjadi saat latihan, tapi manfaat spesifiknya, contohnya ketika kita mau melakukan bench press untuk dada, tapi yang kena malah shoulder, dengan kata lain otot yang ingin kita latih tidak sesuai dengan dengan kenyataan otot yang kita latih.

Inti rumusannya adalah: Every Exercise Type = Positions/Motions + specific Resitance + specific Time + specific Effort/Exertion

Kepalaku sakit banget waktu menelaah rumus ini.

Nah, dalam potition/motion ini yang terpenting adalah bagaimana gravity bisa memberikan force (tekanan) pada body (tubuh), jadi sepengetahuanku semua latihan yang baik itu sudutnya sejajar pada gravity ini, dan lagi tidak melewati batas dari range of motion tiap orang.

Berikutnya soal spesifik exercisenya, kutulis ringkas aja ya:
1. Pada Biceps Curl, untuk memberikan efek terbaik, curl tidak boleh diayun dengan badan, dan bertumpu dengan sendi tangan (elbow)

2. Lalu pada bench press, Hey! Tahukah kalian bahwa latihan flat bench press saja dan tanpa incline sebenarnya sudah cukup? Flat Bench press sudah memberikan tekanan pada otot dada secara merata, semakin kita incline, semakin tekanan akan berpindah pada shoulder, walaupun tekanan pada otot dada atas memang bertambah tapi tekanan pada otot dada bawah akan berkurang, padahal otot dada bagian bawah kita biasanya juga jarang dilatih, setidaknya kalau memang mau incline, lakukanlah dalam berbagai sudut. Dan pada bench press ini, lakukanlah dengan tulang belikat terkunci agar tekanan otot benar2 ke dada dan lakukan pada sudut 90 derajat tiap sisi sudutnya.

3. Pada pull down atau pull up, posisi shoulder harus dinaikan pada titik relaksasi, dan ada juga aturan mengenai sudutnya, sulit aku menjelaskannya disini (mengingat aku juga masih bingung) nanti kuberitahu websitenya.

4 Lalu ada juga latihan2 yang buruk untuk dilakukan, seperti: Upright Row, Dip (kecuali kita tahu teknik yang benar, dan itu agak sulit), Pull down behind the neck, Skull Crusher tapi sampai over head (latihan untuk triceps itu), dan aku menyarankan latihan seperti sit up dan crunch (laying in floor) tidak dilakukan, kalau sit up alasannya karena lower back dan crunch alasannya karena tidak ada tekanan tambahan dari gravitasi (maksudku bukan seperti rowing itu, rowing kan ada bebannya, sudahlah), jadi bukannya tidak boleh dilakukan juga, tapi hanya kurang efektif (aku dapat info ini dari pelatihan suspension trainer-ku).

5. Penggunaan machine leg extension diharuskan untuk memberi posisi lurus baik pada calf sampai telapak kaki, dikarenankan sendi kaki juga sendi engsel.

6. Pada shrugs, agar benar2 kena trap, bahu tidak hanya dinaik turunkan saja, langkah yang benar adalah pertama dinaikan secara biasa, lalu pada titik maksimum kontraksi tulang belikat dikunci sambil turun kebawah dalam posisi relaksasi.

7. Damn, yang ini aku lupa nama mesinnya, tapi ini latihan untuk otot external obilque (otot perut samping, kalau tidak salah hip rotator. Intinya titik putaran ke kiri dan ke kanan tidak lebih dari 30 derajat (banyak sekali orang yang melakukannya bahkan lebih dari 90 derajat, termasuk aku), lalu yang berputar hanya hip nya saja, dari titik otot chest bagian bawah ke atas diam kaku.

8. Latihan untuk otot perut samping saperti jack knife tidak mengenai external oblique tadi, melainkan otot dialam external obliquenya, lakukan crunch menyamping untuk melatih otot external oblique yg sebenarnya.

Aku yakin masih banyak lagi, tapi biar kupelajari dulu :p.



Peltihan berlangsung dari jam 9 sampai sekitar jam 4 lebih, selain hanya di ruang seminar, kami juga naik ke Rai Fitness untuk mendapat contoh praktek langsung dari sana.

Ini sertifikatnya.

Lalu juga ada sesi foto2 (HPku baterainya habis! Sial, Sial, Sial, Sial!!!). Saat pulang, aku merasa... well... tidak pulang dengan sopan, mengingat Pak Halim Tsiang dan Ade Rai sendiri memberi perhatian yang baik padaku (menjadi pemalu itu sangat tidak menyenangkan), jadi aku mencari rest area terdekat, makan dan numpang charger (pelayannya ramah sekali), dan mengirim bbm terima kasih pada mereka berdua.

Eh! dibalas!



Senangnyaaaaa...!!! ^_^



Rabu, 15 Februari 2012

Kang Aldi

Impianku adalah menjadi seorang trainer tim biru, tentu. Hanya saja sulit membayangkan orang yang menginspirasiku dalam hal itu, maksudku, trainerku sendiri bukan trainer yg tepat untuk ditiru.
Aku mencari-cari, orang yang tepat untuk menjadi inspirasiku, bahkan Dave Nuku pun belum cukup (aku ingat dia merestui strategi water loading yang digunakan tim birunya sendiri, belum lagi aku punya dugaan kuat bahwa fokus utamanya adalah pekerjaannya, bukan kliennya). Lalu aku menemukan orang yang tepat, orang itu bernama Aldi, instruktur paskibraku dan sekaligus ketua paskibra saat aku kelas 1 SMA.

Masa SMPku jauh lebih parah dari masa SMAku (masa SMAku indah, maksudku disini adalah dalam hal kemampuan fisik). Waktu itu, karena terpaksa, aku masuk ekstrakulikuler paskibra karena ekskul itu kekurangan anggota. Pertama kali masuk kami semua saling memperkenalkan diri, instruktur2ku baik sekali. Kami memanggil instruktur kami dengan Kang atau Teteh. Setelah itu kami latihan, anak-anak yang baru hanya diberi latihan jalan di tempat, dan itu saja sudah melelahkan sekali, saat itu kang aldi melatihku secara personal, menyemangatiku dengan lantang, menyuruhku marah pada tembok agak gebrakanku lebih kencang lagi, dia... mengagumkan sekali, saat itu aku mulai jatuh cinta dengan paskibra, selain karena alasan kebersamaan teman2 kami disana sangat kuat dan terasa menyenangkan.

Kang Aldi, yang memakai baju kotak2

Aku sangat menghormatinya, dan bukan dia saja, tapi instruktur yang lain juga sangat kuhormati. Aku ingat sekali kami diwajibkan menyapa instruktur2 kami jika berpas2an dengan mereka di mana saja. Dulu waktu itu aku, sangat, sangat polos, aku tak mengerti mengapa aku dan sedikit dari temanku yg lainnya dipisah pada saat latihan, yang dimana hal tersebut dilakukan karena aku tidak diikutsertakan lomba, tapi hanya melihat mereka latihan (jam latihanku lebih sedikit dan aku jadi menunggu mereka) di saat senja, membuatku sangat bahagia, memiliki teman dan senior yang tidak kumiliki dengan baik saat SMP.

Kang Aldi juga sangat care untuk menjaga perasaan adik2nya, dia tahu aku... well... lemah, dan ketika seorang senior menyuruhnya untuk menggebrak2an badanku (aku tak tahu bahasa benarnya apa) dia berbisik "tahan ya", selain itu aku ingat ketika kami disiram satu per satu di tengah malam saat pelantikan (hanya kepala saja), dia menyiramku dengan sedikit sekali karena mungkin dia takut asmaku kambuh (semua instrukturku selalu sangat berhati-hati denganku, kalau diingat sekarang rasanya memalukan sekali). Aku juga ingat ketika ada pengibaran bendera di kabupaten dan hanya aku saja yang tidak masuk dalam pasukan (dimana, lagi2 aku tak tau soal itu), kang Aldi berusaha mengharuskan aku untuk berpartisipasi, dengan nada yang semangat dia meminta tolong agar aku mendokumentasikan semuanya. Hal yang paling tidak akan pernah kulupakan adalah akhir malam pelantikan terakhirku, dimana kami semua ditutup matanya, berpegangan tangan secara melingkar, dialunkan musik "sampai ku menutup mata", dan Kang Aldi berceramah mengenai Indonesia dan betapa para instruktur kami mencintai kami, itu adalah hari terindah kedua dalam hidupku, hari terindah pertama adalah hari terakhirku di paskibra.

Sekarang Kang Aldi menjadi personil band, Humzter, aku berharap dia sukses di karirnya, dan aku berharap bisa menjadi trainer seperti dia. Yang bisa meng-impress orang lain untuk menjadi lebih baik.

Terima kasih Kang!, Teh!, Terus Semangat!! :)


Selasa, 14 Februari 2012

Second Life

This story based on the email that I send to Men's Health in September 2011. The editor reply my email and call me to asking something about it in October 2011. I don't know he'll show it on magazine or not, but, let's move on (Me, October 2011)



He show it! Yeah! One full page! but oh my God, I'm not really happy about it. I don't know, I can't see that page more than 20 second. Everytime I saw that it just... "Urgh!". But I'm happy that my parent happy, but for somehow reason I think I'll not doing it again. I even can't thinking about it. (Me, November 2011)

Me at 45 kg and 59 kg, now I'm 62 kg. :p


Saya seorang mahasiswa filsafat Universitas Indonesia, saya lahir pada tanggal 13 September 1990. Berat badan saya februari 2011 lalu adalah 45 kg dengan tinggi 170 cm. Semenjak SMA, saya aktif dalam beberapa kegiatan yang berbau fisik seperti paskibra misalnya, hanya saja bagian saya nyaris selalu ditempatkan di bagian dokumentasi dan segala hal yang berbau otak, saya ingin sekali banyak berpartisipasi dalam beberapa kegiatan fisik, tapi tentu saja penampilan saya yang sangat kurus membuat saya dan orang lain tidak yakin saya dapat melakukan hal itu, ironisnya lagi pelajaran olahraga merupakan bidang terlemah yang paling saya kuasai karena saya juga tidak suka olahraga. Pernah saya pada saat liburan SMA berlatih keras untuk lomba paskibra, tapi saat dua minggu sebelum lomba, saya dikeluarkan dari pasukan karena memang beresiko besar memasukan orang seperti saya mengingat penampilan seorang pasukan harus gagah dan proporsional. Saya pernah mencoba untuk menggemukan diri, dengan jamu dan obat, cara itu benar-benar gagal total, mengingat efek yoyo yang terjadi juga pada saya. Paman saya juga pernah menyarankan saya untuk ke gym, “tapi apa gunanya ke gym kalau saya masih sulit untuk memiliki nafsu makan yang banyak” pikir saya, apalagi waktu itu saya selalu berpikiran bahwa gym adalah tempat untuk orang-orang berotot dimana itu bukan tempat untuk saya, belum lagi dasas-desus dari teman-teman saya bahwa orang-orang disana adalah tipikal orang yang mementingkan kesehatan fisik saja, benar-benar bukan tempat yang bisa saya sukai.
Pada tahun 2011, saya merupakan penggemar berat acara biggest loser asia, saya sering menonton rekamannya di youtube. Saya tidak tahu kalau fitness dapat merubah orang sampai bisa ke tahap seperti itu, dan tentu saja langkah pertama yang mereka ambil untuk tidak malu ikut fitness dalam kondisi badan seperti itu sungguh menginspirasi saya, sehingga saya memutuskan untuk menaikan berat badan. Saat saya dalam proses menaikan berat badan, saya hanya memakai prinsip memasukan kalori sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh saya. Saya ingin mencoba fitness tapi saya selalu teringat tanggapan-tanggapan negatif yang diberikan teman-teman saya tentang Gym mengenai komunitas dan sifat-sifat orang yang berada di sana sehingga setidak-tidaknya saya menunggu agar berat badan saya naik dahulu. Makanan yang saya konsumsi waktu itu kebanyakan daging penuh lemak, tidak peduli apakah makanan itu digoreng dalam wajan penuh minyak, ataupun makanan bergula kualitas rendah seperti es-krim dan coklat.

Setelah berat saya 55 kg, saya memberanikan diri mendaftarkan di fitness first Cibubur Junction pada bulan April, selain memiliki masalah underweight ternyata kerangka tulang saya juga bungkuk dan miring disebabkan sering memakai tas yang berat sebelah mengingat saya sering sekali membawa buku-buku berat ke kampus, persentase lemak saya juga mengerikan sekali, padahal berat badan saya juga rendah seperti itu. Di Gym saya mencoba untuk menyewa seorang personal trainer dan mulai berlatih, ternyata Gym serta komunitas disana benar-benar di luar dugaan saya. Banyak sekali orang-orang baik yang membantu saya dengan sukarela di Gym. Saya mencoba memfokuskan diri untuk menambah massa otot dan juga memperbaiki keseimbangan dan fleksibilitas saya yang awalnya parah sekali, tapi saya belum sempat mengatur nutrisi yang saya asup sehingga kompisisi tubuh saya juga masih berantakan walaupun memang sudah jauh lebih baik.
Saya sempat berhenti ke gym selama tiga mingguan pada sekitar bulan Juli karena saya mengambil course di Australia dengan tinggal disana secara homestay (tinggal dirumah seorang keluarga). Saya tidak begitu banyak berlatih, tapi saya berusaha melakukan latihan-latihan sederhana tanpa alat seperti push-up, squat, lunge, dll, saya juga suka membeli Men’s Health edisi sana untuk menambah latihan-latihan yang bisa saya lakukan dan menambah pengetahuan nutrisi yang bisa saya atur. Disana jadwal makan saya benar-benar diatur, mereka biasa makan dengan porsi luar biasa besar dan waktu yang tepat, tidak heran orang-orang disana memiliki fisik yang besar-besar juga. Makanan-makanan yang mereka konsumsi juga merupakan produk-produk low-fat, semuanya benar-benar low-fat, mulai dari margarin, susu, bahkan coklat (saya ingat sekali ketika saya mencari oleh-oleh coklat untuk keluarga saya, saya tidak bisa menemukan coklat tanpa tulisan low fat atau slogan-slogan kesehatan dibungkusnya). Disana lingkar pinggang saya turun 2 nomor, saya sempat panik karena ukuran celana saya 33, dan itu semua celana baru mengingat perubahan drastis pada tubuh saya belakangan ini. DI lain hal, saya juga senang karena saya tahu banyak lemak saya yang hilang di perut saya karena tubuh saya senang sekali menyimpan lemak disana.

Setelah saya pulang ke Indonesia , tantangan bulan puasa datang. Mengingat latihan keras di Gym sama sekali bukan apa-apa untuk saya, akan tetapi pengaturan pola makan benar-benar berhasil menyiksa saya. Masalah yang terjadi pada kebanyakan orang kurus seperti saya adalah tidak adanya nafsu makan yang datang secara teratur, dan puasa membuat nafsu makan saya hanya terletak di saat berbuka saja. Saya biasa latihan di malam hari pada saat bulan puasa dan tetap mengusahakan agar kuantitas jadwal makan saya sama dengan orang biasa pada hari yang normal, yaitu tiga kali sehari dan itu sulit sekali. Oktober ini berat saya 59 kg dengan persentase lemak 15% , fokus saya adalah menurunkan persentase lemak hingga sekecil mungkin untuk meningkatkan metabolisme tubuh saya agar ia membakar lemak pada saat saya istirahat dan mempelajari teknik dan teori fitnes sebanyak mungkin karena saya sempat mengalami masa-masa dengan hasil tidak memuaskan karena overtraining, salah asupan nutrisi, dan kurang istirahat (karena saya terbiasa tidur tengah malam). Belakangan ini, selain persepsi saya mengenai pola hidup sehat menjadi jauh lebih baik, kerangka tulang saya juga terperbaiki penyakit asma saya juga hilang. Di kedepannya, saya ingin mengikuti pelatihan personal trainer sehingga saya bisa membuka peluang sebesar-besarnya untuk menjadi orang seberguna Dave Nuku (trainer tim biru, ia juga pernah mengalami hal yang sama seperti saya “underweight” )untuk mengajarkan orang untuk memulai pola hidup sehat seperti yang ia lakukan di acara Biggest Loser Asia.


Me at Rai Institute

Melihat iklan Self Study Kit Personal Trainer, aku memutuskan untuk "nekat" mengambilnya.
Minder? Tentu saja masih, tapi kupikir semakin kutunda hal-hal yang bisa kulakukan sekarang, semakin sempit kesempatanku untuk melakukan hal-hal lain, mengingat setelah lulus kuliah aku benar-benar ingin hidupku yang baru, aku ingin berusaha keras dan menjadi senang karenanya, seperti dulu.
Jadi sekarang beratku 59 kilo, menaikkan 4 kilo itu saja aku sudah mati2an, karena setelah 10 kilo dan memulai progam gym itu, badanku membesar dengan jauh lebih lambat daripada sebelumnya walaupun kemampuan fisikku meningkat dengan pesat.
Aku membayangkan, well... akan banyak orang2 besar disana, maksudku orang2 berotot yang biasanya membuatku minder, kututup rapat2 pikiran itu.

Isi Self Study Kit itu adalah buku super tebal yang sempat mengagetkanku, ternyata hanya karena gambar2nya saja yang membuatnya super tebal, dan 2 DVD rekaman pengajaran dari Halim Tsiang, kutebak dari DVD itu Pak Halim tidak suka pelajaran matematika.

Akhirnya tiba juga hari seminar dan ujiannya, dan aku telat. Jalan2 di Jakarta memang luar biasa memusingkan dan macet, beberapa kali aku melewati jalan yang salah hingga aku harus menelpon Pak Halim Tsiang sendiri (instruktur Rai Institute yang cukup terkenal itu) hanya untuk menanyakan jalan menuju tempat seminarnya. Sampai disana aku disambut sangat amat ramah oleh Pak Halim Tsiang, aku melihat sekelilingku, hanya bisa berkata "WoW" dalam hati, manusia2 berotot ini bisa membuatku seminder ini, kurasa aku butuh terapi.

Di saat pengajaran, banyak sesi tanya jawab berlangsung. Sebenarnya aku menyediakan beberapa pertanyaan, tapi langsung kuurungkan mengingat aku curiga pada diriku sendiri bahwa pertanyaan2 ini kubuat hanya agar aku telihat "pintar". Lagipula pertanyaan teman2ku jauh lebih berkualitas dan lebih membingungkan.

Sifat Pak Halim pada saat seminar itu berbeda sekali dengan di DVDnya, dia sangat.... apa ya istilahnya, gaul... Dia banyak bercanda dengan menghubung2kan fitnes ke seks, "untung disini ga ada ceweknya" dia bilang, karena memang semua pesertanya laki-laki.

Lalu di kelas itu ada kejutan, Ade Rai datang, Waw! Dia besar sekali, tapi orang yang tingginya 193 cm dengan berat 93 kg seharusnya memang "besar". Dia orang yang sangat-sangat-sangat bijaksana, kelihatan dari nada suaranya yang lembut dan dalam serta persepsinya mengenai fitnes. Inti dari semua ucapannya, fitnes adalah kesehatan, dengan kata lain orang yang fitness seharusnya orang yang memelihara kesehatannya, karena pada dasarnya banyak orang menggunakan doping dan sebagainya itu, hanya untuk membesarkan ototnya, orang akan menghargai kesehatan jika ia kehilangan kesehatan itu, lengkap dengan contoh2 simpelnya yang sangat Wow!. Dia sempat menunjukku, "contohnya, adek umur 20 berapa sekarang?", aku senang dia langsung melihatku sebagai orang umur 20-an, attau mungkin karena semua orang disini besar-besar dan dewasa, sehingga harusnya memang ujian ini diikuti orang dewasa.


"With Ade Rai", anyway yang pakai baju biru itu keren sekali, aku baru menyadarinya di bbm, dia sering photo shoot memakai kostum yang sangat-sangat-sangat kuinginkan (Iron man warna biru, lagi2 aku iri setengah mati), dan photo shoot di dalam air juga, badannya juga ideal sekali. Kurasa dia melakukan side job dengan artis2 terkenal, semacam dancer panggung begitu.


Setelah sesi berfoto-foto (sialnya tidak ada berfoto-foto dengan Pak Halim karena dia sibuk memegang kamera, padahal aku ingin sekali), kami makan cemilan sore dan langsung ujian. Ujiannya tidak sulit, tapi pertanyaannya banyak dan jawabannya panjang sekali, sebelahku (yang sudah jadi trainer), berkata bahwa ujian hitung2an kalorinya sulit dan aku menawarkannya untuk mencontek milikku, agak aneh sebenarnya, bukannya harusnya aku yang mencontek?, beberapa ada yang mencontek di buku mengingat Pak Halim sedang diwawancarai tepat dibelakang kami dengan beberapa orang yang kurasa membesarkan volume suaranya ke ukuran yang tidak perlu (aku nyaris marah karena tidak bisa konsentrasi sama sekali ketika dia berbicara). Butuh waktu sekitar 2,5-3 jam nonstop untuk mengerjakannya, aku yang paling cepat, bukan karena aku sangat bisa, tapi karena aku merasa otakku sudah berada pada limitnya, tak bisa berpikir lagi, kucoba memeriksanya tapi otakku ngadat sehingga aku menyerah dan langsung mengumpulkannya ketika selesai, aku sempat menunggu sampai seseorang mengumpulkannya tapi aku tak tahan lagi. Teman2ku bertepuk tangan, membuatku malu, Pak Halim berkata bahwa yang muda otaknya memang encer, padahal otakku sudah mampet setengah mati, Sebelum beranjak pulang, aku meminta fb/pin bb semua teman2ku itu (entah darimana keberanian itu muncul, harusnya aku malu). Saat menuju pintu keluar, dengan sangat sopan Pak Halim berterima kasih dan bertanya dimana gymku, aku kira maksud pertanyaannya adalah member gym mana aku ini? ternyata maksudnya trainer gym mana aku ini?. Begitulah hari itu berakhir dengan kepalaku langsung sakit parah tepat setelah aku keluar dari pintu itu.

Setelah sebulan kemudian, hasilnya keluar, dan aku lulus, senang sekali! yang membuat aku lebih senang lagi adalah nilaiku yang High Distinction, 92, itu nilai paling ideal yang bisa kuharapkan mengingat entah kenapa aku berharap nilaiku ada angka "2"nya (konyol sekali ya?). Ini merupakan sertifikat personal trainerku yg pertama yg kuharapkan bisa membantu karierku nanti, dan waktu itu pengalaman fitnesku sendiri masih 8 bulan, dengan start yang parah. :p






Jumat, 03 Februari 2012

My Transformation

Judul artikelnya udah kayak L-Men aja...

Nah, perubahan fisikku ini dimulai dari bulan Februari 2011, ketika menyadari bahwa ternyata Emmett Cullen itu keren banget (sungguh alasan awal yang konyol), walaupun demikian juga banyak alasan yang memperkuat alasan Emmett Cullen tadi.
Nah ini foto2ku saat beratku kisaran 45 kg. Dari awal aku kecil sampai umurku 20, aku adalah anak super kurus dengan kemampuan fisik amat rendah dan beratku tetap segitu2 saja saat tinggiku ga bisa bertambah lagi.

Ini fotoku saat aku kuruuus banget:


Ini fotoku sama teman2 UI MPKT

Kalau ga salah foto ini pernah kujadikan pp di facebook, entah apa yang kupikirkan waktu itu.

Mengerikan bukan? SANGAT! Kalau aku yang sekarang berpikir mengenai hidup dengan tubuh seperti itu selama 20 tahun memang rasanya sangat mengerikan. Tapi waktu aku kurus dulu, aku sama sekali tidak merasa ada kerugian menjadi kurus, aku comfort dengan diriku sendiri, banyak orang yang menyarankan aku keluar dari kekurusanku, tapi saran itu tidak pernah benar2 aku dengarkan, dan lagi... aku hidup bahagia waktu itu, dengan tubuh seperti itu.

Jadi dalam sebulan, aku langsung intake kalori (makan) habis2an hingga bisa naik 10 kg. Jadinya seperti ini:
(Melihat foto ini aku jadi muak mau malanjutkan menulis artikel ini)

Tembem sekali kan? dan pada bulan maret itulah aku memutuskan untuk mencoba fitness di ff karena merasa sudah agak mendingan. Setelah Fitness, ketembemanku jadi agak mendingan, jadi kira2, bulan April jadi seperti ini:

Saat ke Australia pada bulan Juni sampai Juli untuk homestay, beratku sudah mencapai 60 kg, tapi itu juga masih sangat kuruuus sekali untuk ukuran mereka (mereka besar2 -_-). Di Australia ini aku tidak fitness selama 3 minggu:
Bersama Ryan (Temanku dari Hongkong, Ryan itu nama internasionalnya)

Bersama Shohei, temanku dari Jepang

Pulangnya dari Australia, aku langsung balas dendam untuk fitnes mati2an, aku bisa latihan 2x sehari, karena waktu itu juga bulan puasa mau datang, dan aku tahu kalau puasa, aku ga akan bisa menjalani schedule normalku untuk fitnes.


Nah, setelah bulan puasa lewat, aku diminta untuk melakukan photoshoot untuk masuk rubrik kiat sukses di Men's Health November 2011. Setelah 3x fotoku ditolak (editornya bilang bajuku kurang ketat -___-), akhirnya aku memutuskan untuk photoshoot langsung di studio, sesuatu yang sangat tidak ingin aku lakukan karena aku tahu pasti bakal memalukan, dan seperti ini jadinya:


Beraatku turun jadi 59 kg, Fotonya aneh ya?... Tapi jauh lebih mendingan daripada yang dulu...

Lalu sekitar desember akhir, aku bermain ke pulau tidung bersama beberapa teman science 2ku dan teman2nya enay (mereka asik sekali!!)


Lalu ini juga waktu jalan2 ke sentul

Beratku masih 60 disini :)

Bersambung... :p

Senin, 21 November 2011

Tuhan, Manusia, dan Eskatologi

A. Tuhan Sebagai Personal atau Impersonal
Tuhan adalah hal paling penting dalam ajaran setiap agama dan masalah paling pokok dalam filsafat. Setiap agama tidak dapat disebut sebaga ‘agama’ apabila ia tidak memiliki Tuhan untuk disembah. Begitu juga dengan filsafat, yang dimana hal ini merupakan permasalahan terbesar di dalamnya.
Sebagian filsuf Yunani banyak yang meributkan konsep-konsep alam sehingga tanpa mereka sadari merujuk pada konsep Tuhan juga. Sedangkan Plato dan Aristoteles, telah mengemukakan pendapat yang sudah sampai memikirkan sesuatu realitas di luar alam. Konsep-konsep mereka tentang Tuhan telah tergambar dengan baik sehingga menjadi akar pemikiran filsuf-filsuf selanjutnya. Dari Plato sendiri menamakannya dengan Ide Kebaikan dan Aristoteles menyebutnya dengan Sebab Utama atau Penggerak Yang Tidak Bergerak. Walaupun para filsuf telah mampu mengetahui realitas tertinggi dari semua wujud, realitas itu belum sampai kepada konsep utuh yang diinginkan oleh agama karena Tuhan dalam filsafat masih bersifat impersonal, bukan Tuhan sebagai personal.
Pada prinsipnya, Tuhan yang personal dan Tuhan yang impersonal dapat dibedakan dalam berbagai segi, yaitu :
1. Tuhan personal menekankan pada identitas Tuhan sebagai zat yang sempurna dan perlu disembah sebagai wujud pengabdian makhluk kepada penciptanya. Tuhan impersonal tidak mempersoalkan identitas Tuhan, tetapi yang terpenting adalah ide tentang Tuhan merupakan konsekuensi logis dari keberadaan wujud. Karena itu, Tuhan impersonal tidak disembah dan dipuja.
2. Tuhan personal berasal dari petunjuk wahyu, sedangkan Tuhan impersonal berasal dari kesimpulan pemikiran manusia. Karena itu, Tuhan dalam agama adalah Zat Pencipta dan sekaligus Pemelihara alam. Sedangkan dalam filsafat, Tuhan hanya sebagai Sebab Awal dan tujuan segala wujud.
3. Tuhan personal mengakui bahwa Tuhan adalah Zat yang sama sekali berbeda dengan makhluk. Perbedaan itu terletak pada sifat Tuhan Yang Maha Kuasa, Maha Mengetahui, dan Maha Adil. Karena perbedaan yang begitu besar, makhluk, terutama manusia mempunyai kewajiban untuk mengadakan hubungan baik dengan Tuhan agar sifat-sifat yang begitu baik bisa tersalurkan dalam diri mereka. Hubungan itu dilakukan dengan memperbanyak ibadah dan ritual-ritual keagamaan. Tuhan impersonal tidak mempersoalkan hubungan baik dengan Tuhan itu sebab Tuhan adalah hasil ide manusia saja atau sebuah Zat yang dimensinya terputus oleh dimensi makhlukNya.
4. Tuhan personal menonjolkan perbedaan antara makhluk dengan Tuhan sebagai Pencipta, sedangkan dalam Tuhan yang impersonal berusaha atau tidak memperdulikan perbedaan tersebut dengan menganggap manusia sebagai bagian dari diriNya, bahkan dalam panteisme misalnya, perbedaan antara Tuhan dan makhluk hilang sama sekali.
Pada kenyataannya agama memang bukan filsafat, tetapi menurut Gilson, ajaran agama mengajukan prinsip-prinsip yang kaya akan prinsip-prinsip filsafat. Karena itu, ia dapat membantu perncarian akal terhadap Tuhan. Arogansi akal untuk dapat secara mandiri menemukan Tuhan tanpa sinaran wahyu, adalah sesuatu yang naïf. Dan hal itu telah terbukti dalam pencarian para filsuf Yunani, bahkan ketika Descartes berusaha memisahkan filsafat dari agama.
Terhadap juga gugatan yang sering dimunculkan para saintis, Gilson menilai pernyataan semacam itu muncul karena ketidaksiapan menerima kenyataan bahwa agama dan filsafat (juga sains) adalah dua lanskap yang seharusnya dapat bertemu. Karena sains menjawab pertanyaan tentang bagaimana, sedangkan agama menjawab tentang mengapa. Hanya saja tidak banyak orang yang berani mengakuinya. Para sains atau filsuf kontemporer yang terpikat oleh daya pesona rasio telah kehilangan selera terhadap metafisika dan agama. Sementara yang lain, karena terlalu khusuk dalam berkontemplasi menyadari bahwa metafisika dan agama seharusnya dapat dipertemukan tetapi tidak tahu di mana dan bagaimana. Karena itu ada yang kemudian memisahkan agama dari filsafat, atau meninggalkan agama demi fisafat atau sebaliknya. Padahal hal tersebut, dalam pandangan Gilnson tidak perlu terjadi. Dan menurutnya orang yang dapat melakukan hal itu adalah mereka yang dapat menyatukan bahwa Tuhan filosof adalah Tuhan yang juga dipeluk oleh Ibrahim, Ishaq dan Ya’kub.



B. Kekuasaan Mutlak Tuhan dengan Kebebasan Manusia.
Terdapat dua konsep ekstrem yang menyatakan hubungan Tuhan dan manusia ditinjau dari sifat kekuasaan mutlak Tuhan dan kebebasan manusia. Konsep pertama mengatakan bahwa Tuhan Maha Kuasa, manusia tidak bebas berkehendak dan berbuat, yang dapat disimpulkan bahwa perbuatan manusia sebenarnya adalah perbuatan Tuhan. Dalam bahasa Inggris hal ini disebut predestination (fatalisme). Lalu konsep kedua yang mengatakan bahwa perbuatan manusia kebebasannya sendiri, sedangkan Tuhan hanya berperan menciptakan sifat/daya kebebasan itu pada manusia. Dalam bahasa Inggris hal ini disebut dengan free will.
Baik dalam paham predestination ataupun free will, hampir terdapat di semua agama dan memunculkan persoalan yang selalu dibahas oleh para teolog dan filsuf. Berbagai cara dicari untuk menyelesaikan persoalan tersebut, namun belum ada hasil yang benar-benar memuaskan semua pihak. Dalam teologi Islam terdapat beberapa golongan yang membahas persoalan tersebut seperti Mu’tazilah, Asya’ariah, dan Maturidiah.
Golongan Mu’tazilah pada dasarnya lebih dekat pada paham Qadariah. Al-Jubba’i, salah seorang tokoh Mu’tazilah, berpendapat bahwa manusialah yang menciptakan perbuatannya, manusia berbuat baik dan buruk, patuh dan tidak patuh kepada Tuhan. Pendapat yang sama juga dikemukakan ‘Abd jabbar. Menurutnya, perbuatan manusia bukanlah ciptaan Tuhan pada diri manusia, tetapi manusia sendirilah yang mewujudkan perbuatan itu. Perbuatan dihasilkan dari daya yang bersifat baru, yang sebenarnya bukan perbuatan tuhan. Sehingga Manusia adalah makhluk yang bebas untuk memilih.
Berbeda dengan golongan Mu’tazilah, golongan Asy’ariah berpendapat bahwa perbuatan manusia pada hakikatnya adalah perbuatan Tuhan, hanya saja manusia memiliki kemampuan yang disebut kasb (perolehan). Kasb adalah sesuatu yang terjadi dengan perantaraan daya yang diciptakan dan dengan demikian menjadi perolehan bagi seseorang yang dengan daya itu perbuatannya timbul. Kasb itu sendiri adalah ciptaan Tuhan, sehingga menghilangkan arti keaktifan itu sendiri.
Dalam memahami kehendak mutlak dan keadilan Tuhan, aliran Maturidiah terpisah menjadi dua aliran, yaitu Maturidiyah Samarqand dan Maturidiyah Bukhara. Pemisahan ini disebabkan perbedaan keduanya dalam menentukan porsi penggunaan akal dan pemberian batas terdapat kekuasaan mutlak Tuhan. Kehendak mutlak Tuhan menurut Maturidiyah Samarqand, dibatasi oleh keadilan Tuhan. Tuhan adil mengandung arti bahwa segala perbuatan-Nya adalah baik dan tidak mampu untuk berbuat buruk serta tidak mengabaikan kewajiban-kewajiban-Nya terhadap manusia. Adapun Maturidiyah Bukhara berpendapat bahwa Tuhan mempunyai kekuasaan mutlak. Tuhan berbuat apa saja yang dikehendaki-Nya dan menentukan segala-galanya. Tidak ada larangan bagi Tuhan terletak pada kehendak mutlak-Nya tidak ada suatu dzat pun yang lebih berkuasa dari pada-Nya dan tidak ada batasan-batasan bagi-Nya tampaknya aliran Maturidiyah Samarqand lebih dekat dengan Asy`ariyah Al-Bazdaqi mengatakan bahwa Tuhan tidak mempunyai tujuan dan tidak mempunyai unsur pendorong untuk menciptakan cosmos. Tuhan berbuat sekedendak-Nya sendiri. Ini berarti bahwa alam tidak diciptakan Tuhan untuk kepentingan manusia atau dengan kata lain. Konsep lain keadilan Tuhan bukan diletakkan untuk kepentingan manusia tetapi pada Tuhan sebagai pemilik mutlak.

C. Hidup Sesudah Mati
Keadaan sesudah mati adalah misteri di atas misteri karena kematian adalah faktayang setiap manusia akan mengalaminya dan tidak dapat mengetahui (bagi subyek yang berusaha memisahkan diri dari obyek sehingga belum pernah mengalaminya) apa yang terjadi setelahnya.
Misteri mati ini pulalah yang menyibukkan para pemikir mengungkapkan beberapa teori tentang kematian dan implikasinya. Sigmund Freud, ahli psikoanalisis mengatakan bahwa yang paling ditakuti oleh manusia adalah kematian. Karena kematian itu tidak dapat ditolak, dia mencari perlindungan kepada hal yang bersifat supernatural, yaitu Tuhan. Tuhan adalah imajinasi dia sendiri yang seakan-akan dapat membantu menyelesaikan misteri yang paling ditakutinya. Jadi, menurut Freud manusia yang percaya kepada Tuhan adalah manusia yang lemah dan butuh perlindungan kepada zat yang lebih besar.
Sattre, seorang tokoh eksistensialis yang sangat menegaskan kebebasan manusia, akhirnya dia mengakui bahwa manusia tidak bebas lagi ketika menghadapi kematian. Bagi Settre, maut adalah sesuatu yang absurd karena kenyataan bahwa maut tidak bisa ditunggu, melainkan hanya bisa diharapkan akan datang. Tetapi, kapan datangnya maut tidak ada yang dapat memastikannya. Kita tidak memiliki pilihan lain lagi, maut adalah kepastian, yaitu nistanya kita sebagai eksistensi. Dengan kematian, eksistensi berakhir dan kita kembali ke esensi, kata Sattre.
Agama tanpa ada doktrin hidup sesudah mati bagaikan bergantung tali, karena kepercayaan kepada akhirat itu merupakan pegangan dan sekaligus faktor yang mendorong pemeluk agama taat beribadat, berakhlak mulia, dan menjalankan semua perintah Tuhan. Kalau memang kita berbuat baik hanya mengharapkan hasilnya di dunia, seseorang tidak perlu mempercayai adanya akhirat. Akan tetapi setiap manusia sering mendapatkan perlakuan yang tidak adil di dunia sehingga keadaan yang demikian mendorong manusia untuk mencari keadilan ‘sempurna’, sesuatu yang hanya bisa didapatkan di dunia yang ‘sempurna’ juga’.
Dalam filsafat Islam perbincangan tentang eskatologi menjadi sebuah bidang tersendiri sebagai refleksi pengungkapan dimensi-dimensi metafisis dan ketuhanan yang berlandaskan pada ayat-ayat yang termaktub di dalam al-Qur’ān. Walaupun demikian pembahasan tentang eskatologi ini mengundang perdebatan yang sangat krusial di antara para pemikir Islam, filsuf, dan lain sebagainya. Seperti Imam al-Ghazali yang cenderung mengkafirkan para filsuf yang diwakili oleh al-Farabi dan Ibn Sina karena tiga sebab yang salah satunya adalah persoalan eskatologis.
Salah satu contoh filsuf islam, Ibn Sina berpendapat bahwa jiwa manusia diciptakan bersamaan dengan jasad, tetapi jiwa itu bersifat kekal. Ia juga berpendapat bahwa sesuatu yang dirusak dikarenakan oleh faktor lain maka sudah sepatutnya juga ia bergantung padanya. Namun, jiwa terpisah wujudnya dari jasad karena tidak mungkin jiwa tergantung pada tubuh, sedangkan jiwa telah ditetapkan sebagai esensi yang berdiri sendiri. Jiwa juga tidak mendahului jasad karena kalau kiwa mendahuluinya terkesan jasad yang menyebabkan jiwa, dan jiwa seakan-akan ada untuk mengabdi pada jasad. Jadi, dalam hal ini tidak ada hubungannya dengan kausalitas. Hubungan jasad dengan jiwa menurut Ibn Sina bukan hubungan korelatif atau keharusan, melainkan hubungan tuan dengan hambanya atau antara pemilik dengan miliknya. Pemilik tidak akan terpengaruh walaupun miliknya berubah. Jiwa adalah yang memerintah dan jasad yang diperintah, bukan kebalikannya.

Sekilas tentang Filsafat Yunani Klasik

SOKRATES

Sejarah Sokrates merupakan suatu masalah bagi para ahli sejarah filsafat karena Sokrates sendiri tidak menuliskan apa-apa, jadi, untuk menentukan pemikirannya, kita tidak dapat mempergunakan buah pena Sokrates sendiri. Itulah sebabnya kita harus mencari sumber-sumber lain yang memberi kesaksian tentang kepribadian dan ajaran Sokrates. Sumber-sumber ini didapatkan dari Aristophanes, Xenophon, Plato, dan Aristoteles, walaupun sumber-sumber ini tidak menggambarkan Sokrates dan kearifannya dalam bidang filsafat dengan cara yang sama.
Sokrates lahir pada tahun 470 SM atau sekitarnya, ia dijatuhi hukuman mati pada tahun 399 SM, dan untuk itu kita tahu bahwa Sokrates hidup sekitar 70 tahun lamanya. Konon ayahnya, Sophroniskos, adalah seorang pemahat, tetapi berita itu agaknya tidak memiliki dasar historis. Ibunya, Phainarete, adalah seorang bidan. Ada kesaksian pula bahwa Sokrates adalah murid Arkhaelos, filsuf yang mengganti Anaxagoras di Athena. Ia juga membaca buku Anaxagoras karena tertarik oleh ajarannya mengenai nus. Tetapi ia sangat kecewa tentang isi ajaran itu. Pada usia masih muda ia berbalik dari filsafat alam dan mulai mencari jalannya sendiri.
Karena Sokrates masuk tentara Athena sebagai hopilites, dapat disimpulkan bahwa mula-mula ia tidak berkekurangan, sebab di Athena hanya pemilik-pemilik tanah yang diizinkan dalam pasukan tersebut. Tetapi lama-kelamaan ia menjadi miskin, karena ia hanya mengutamakan keaktifannya sebagai filsuf. Pada usia lebih lanjut, ia menikah dengan Xantippe. Socrates sering dimarahinya karena gaya hidup yang teramat sederhana dan terkesan tidak memperhatikan keluarganya. Sokrates memiliki tiga orang anak laki-laki dari perkawinannya itu dan dua anak masih dalam usia muda saat ia meninggal dunia.
Pada usia 70 tahun ia diajukan ke sidang karena dianggap membahayakan penduduk Athena. Ia dituduh tidak percaya pada Tuhan-Tuhan yang diakui oleh polis dan mengintrodusir praktek-praktek religius baru, ia juga bersalah karena ia mempunyai pengaruh yang kurang baik atau kaum muda. Dan akhirnya Socrates meninggal karena ia dihukum mati dengan meminum secawan racun, demi mempertahankan pendiriannya yang tidak ingin meninggalkan Athena seperti yang dilakukan kaum sofis.
Ajaran-ajaran Socrates sebenarnya merupakan kritik terhadap kaum sofis, dimana mereka mengajarkan kebijakan pada banyak orang baik didalam Athena maupun di luar kota Athena, namun dengan memungut bayaran. Biasanya yang kaum Sofis ajarkan ialah retorika dan kebanyakan dari mereka orangnya bersifat angkuh karena mereka merasa telah menjadi orang yang paling bijaksana dan kaum sofis mengatakan kebenaran berlaku relatif/subjektif.
Sokrates membantah itu semua, ia mengatakan pasti ada kebenaran yang sifatnya obyektif, dan ia lebih memusatkan perhatian pada tingkah laku manusia, bahkan ada seorang yang mengatakan Socrates telah membawa filsafat dari langit turun ke bumi, ini didasarkan atas ajarannya yang menjadikan filsafat memperhatikan manusia bukan alam semesta.
Cara yang dilakukannya adalah dengan metode dialektika yaitu melakukan dialog dengan siapa saja yang ditemuinya dan Sokrates bertanya tentang segala hal yang menyangkut kehidupan manusia bahkan pertanyaannya terkadang mudah namun sulit untuk dijawab oleh beberapa orang, terkadang ia mengungkapkan pertanyaan dengan humor yang terkesan tidak serius.
Sokrates sebenarnya ingin memperkenalkan metodenya ini dengan nama maieutike tekhne atau dapat diartikan sebagai seni kebidanan. Yang dimaksud Socrates disini adalah membidani jiwa, karena ia percaya bahwa setiap orang telah mempunyai pengetahuan semu yang didapat dari ilham yang disampaikan oleh roh atau pertanda ilahi (daimonion semeion), namun biasanya manusia tidak menyadarinya, dan tugasnyalah untuk menyedarkan mereka akan pengetahuan semua itu sehingga yang tadinya pengetahuan bersifat semu itu menjadi pengetahuan yang nyata dan disadari.


PLATO

Plato lahir pada tahun sekitar 428/7 SM dalam suatu keluarga terkemuka di Athena. Ayahnya bernama Ariston dan ibunya bernama Periktione. Sesudah Ariston meninggal, Periktione dinikahi pamannya yang bernama Pyrilampes. Plato banyak terpengaruh oleh kehadiran Pyrilampes ini, seorang politikus yang termasuk kalangan Perikles. Menurut kesaksian Aristoteles, Plato juga dipengaruhi oleh Kratylos, seorang filsuf yang meneruskan ajaran Herakleitos. Kratylos berpendapat bahwa dunia kita berada dalam perubahan terus-menerus, sehingga pengenalan tidak mungkin karena suatu nama pun tidak dapat diberikan kepada benda-benda.
Dari pergaulan dengan para politikus, Plato akhirnya meciptakan sebuah pemikiran bahwa pemimpin suatu negara haruslah seorang filsuf. Hal ini dilontarkan karena kekecewaannnya atas kepemimpinan para politikus yang ada pada saat itu, terutama yang berkaitan dengan kematian gurunya, yaitu Sokrates, yang di persidangan berakhir pada kematian.
Pada perkembangan selanjutnya Plato mendirikan Akademia sebagai pusat penyelidikan ilmiah dan disekolah ini ia berusaha merealisasikan cita-citanya, yaitu menjadikan filsuf-filsuf yang siap menjadi pemimpin negara. Akademia inilah awal dari munculnya universitas-universitas saat ini karena lebih menekankan pada kajian ilmiah yang bukan sekedar retorika. Ia terus mengepalai dan mengajar di akademia ini hingga akhir hayatnya yaitu pada tahun 348/7 SM.
Dalam menghasilkan karya-karya fisafatnya, Plato menggunakan metode dialektika karena ia percaya filsafat akan lebih baik dan teruji jika dilakukan melalui dialektika dan banyak dari karya-karyanya disampaikan secara lisan di akademia-nya. Disatu sisi ia masih mempercayai beberapa mitos yang digunakan olehnya untuk mengemukakan dugaan-dugaan mengenai hal-hal adiduniawi. Dan tentunya ia banyak dipengaruhi oleh gurunya, Sokrates, dalam pemikirannya.

Idea merupakan inti dasar dari seluruh filsafat yang diajarkan oleh Plato. Ia beranggapan bahwa idea merupakan suatu yang objektif, adanya idea terlepas dari subjek yang berpikir. Idea tidak diciptakan oleh pemikiran individu, tetapi sebaliknya pemikiran itu tergantung dari idea-idea. Dalam menerangkan idea ini Plato menerangkan dengan teori dua dunianya, yaitu dunia yang mencakup benda-benda jasmani yang disajikan pancaindera, sifat dari dunia ini tidak tetap terus berubah, dan tidak ada suatu kesempurnaan. Dunia lainnya adalah dunia idea, dan dunia idea ini semua serba tetap, sifatnya abadi dan tentunya serba sempurna.
Plato menganggap bahwa jiwa merupakan pusat atau inti sari kepribadian manusia, dan pandangannya ini dipengaruhi oleh Sokrates, Orfisme, dan mazhab Pythagorean. Salah satu argumen yang penting ialah kesamaan yang terdapat antara jiwa dan idea-idea, dengan itu ia menuruti prinsip-prinsip yang mempunyai peranan besar dalam filsafat. Jiwa memang mengenal idea-idea, maka atas dasar prinsip tadi disimpulkan bahwa jiwa pun mempunyai sifat-sifat yang sama dengan idea-idea, jadi sifatnya abadi dan tidak berubah.
Plato mengatakan bahwa dengan kita mengenal sesuatu benda atau apa yang ada di dunia ini, sebenarnya hanyalah proses pengingatan sebab menurutnya setiap manusia sudah mempunyai pengetahuan yang dibawanya pada waktu ia berada di dunia idea. Ketika manusia masuk ke dalam dunia realitas jasmani, pengetahuan yang sudah ada itu hanya tinggal diingatkan saja. Maka Plato menganggap juga bahwa fungsi seorang guru adalah mengingatkan muridnya tentang pengetahuan yang sebetulnya sudah lama mereka miliki.
Ajaran Plato tentang etika kurang lebih mengaatakan bahwa manusia dalam hidupnya mempunyai tujuan hidup yang baik, dan hidup yang baik ini dapat dicapai dalam polis. Ia tetap memihak pada cita-cita Yunani kuno, yaitu hidup sebagai manusia serentak juga berarti hidup dalam polis, ia menolak bahwa negara hanya berdasarkan nomos/ adat kebiasaan saja dan bukan physis/ kodrat. Plato tidak pernah ragu dalam keyakinannya bahwa manusia menurut kodratnya merupakan mahluk sosial, dengan demikian manusia menurut kodratnya hidup dalam polis atau negara.


ARISTOTELES

Aristoteles dilahirkan di kota Stagira, Macedonia, pada tahun 384 SM. Ayahnya adalah seorang dokter pribadi Amyntas II, raja Makedonia. Pada umur tujuh belas tahun, Aristoteles dikirim ke Athena agar ia dapat belajar di Akademi Plato. Dia menetap di sana selama dua puluh tahun hingga tak lama kemudian Plato meninggal dunia. Dari ayahnya, Aristoteles mungkin memperoleh dorongan minat di bidang biologi dan “pengetahuan praktis”. Di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.
Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia, menjadi guru anak raja Philippos yang berumur tiga belas tahun dan kemudian dalam sejarah terkenal dengan nama Alexander Yang Agung. Aristoteles mendidik Alexander muda dalam beberapa tahun. Di tahun 335 SM, sesudah Alexander naik tahta kerajaan, Aristoteles kembali ke Athena dan di situ dibuka sekolahnya sendiri yang dinamakan Lyceum, dinamakan begitu karena tempatnya dekat dengan halaman yang dipersembahkan kepada dewa Apollo Lykeios. Dengan semangat yang besar sekali, para anggota Lyceum memperlajari semua ilmu yang dikenal pada waktu itu. Aristoteles membentuk suatu perpustakaan yang memgumpulkan macam-macam manuskrip dan peta bumi. Menurut kesaksian Strabo, seorang sejarawan Yunani-Romawi, itulah perpustakaan pertama dalam sejarah manusia. Mungkin Aristoteles membuka juga semacam museum yang mengumpulkan semua benda yang menarik perhatian, terutama dalam bidang zoologi dan biologi. Diceritakan juga bahwa Alexander memberi suatu sumbangan besar untuk membentuk koleksi itu dan memerintahkan semua pemburu, penangkap unggas, dan nelayan dalam kerajaannya, supaya mereka melaporkan kepada Aristoteles mengenai semua hasil yang menarik dari sudut ilmiah.
Perkawinan pertama Aristoteles dengan Pythias ini membuahkan seorang anak perempuan. Aristoteles menikah lagi dengan Herpyllis yang melahirkan anak laki-laki bernama Nikomakhos. Suatu kejadian yang sangat menggelisahkan bagi Lyceum adalah kematian Alexander Agung pada tahun 323 SM. Hal ini mengakibatkan suatu gerakan anti-Macedonia dengan maksud melepaskan Athena dari kerjaan Macedonia. Aristoteles dituduh karena kedurhakaan (asebeia). Ia meletakkan pimpinan Lyceum kepada muridnya, Theophrastos, dan melarikan diri ke Khalis, tempat asal ibunya. Menurut tradisi kuno, Aristoteles melarikan diri dengan mengatakan “Ia tidak akan membiarkan Athena berdosa terhadap filsafat untuk kedua kalinya” (dengan alusi kepada nasib Sokrates). Tetapi pada tahun berikutnya ia jatuh sakit dan meninggal di tempat pembuangan itu pada usia 62/63 tahun. Kita masih memiliki teks wasiat Aristoteles yang disimpat oleh Diogenes Laertios.
Tercatat bahwa 47 karya Aristoteles masih tetap bertahan. Daftar kuno mencatat tidak kurang dari seratus tujuh puluh buku berhasil diciptakannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah judul buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkauan peradaban yang menjadi bahan renungannya juga tak kurang hebatnya. Aristoteles menulis tentang astronomi, zoologi, embryologi, geografi, geologi, fisika, anatomi, psikologi, dan hampir tiap karyanya dikenal di masa Yunani purba.
Mungkin sekali yang paling penting dari sekian banyak hasil karyanya adalah penyelidikannya tentang teori logika, dan Aristoteles dipandang selaku pendiri cabang filsafat yang penting ini. Logika Aristoteles adalah suatu sistem berpikir deduktif (deductive reasoning), yang bahkan sampai saat ini masih dianggap sebagai dasar dari setiap pelajaran tentang logika formal. Meskipun demikian, dalam penelitian ilmiahnya ia menyadari pula pentingnya observasi, eksperimen dan berpikir induktif (inductive thinking).
Berlawanan dengan Plato yang menyatakan teori tentang bentuk-bentuk ideal benda, Aristoteles menjelaskan bahwa materi tidak mungkin tanpa bentuk karena ia ada (eksis). Pemikiran lainnya adalah tentang gerak dimana dikatakan semua benda bergerak menuju satu tujuan, sebuah pendapat yang dikatakan bercorak teleologis. Karena benda tidak dapat bergerak dengan sendirinya maka harus ada penggerak dimana penggerak itu harus mempunyai penggerak lainnya hingga tiba pada penggerak pertama yang tak bergerak yang kemudian disebut dengan theos, yaitu yang dalam pengertian bahasa Yunani sekarang dianggap memiliki arti Tuhan.
Di bidang politik, Aristoteles sudah mulai membedakan sejara jelas ajaran Plato tentang negara dan etika individual karena dalam dialog Politeia misalnya, hal ini membicarakan kesua-duanya.Dalam suatu karyanya sendiri yang bernama Politica, ia menghidangkan pikirannya tentang negara atau politik. Namun demikian, pada Aristoteles juga ada hubungan erat antara politik dan etika, sehingga pada akhir uraiannya dalam Ethica Nicomachea sudah menunjuk kepada karyanya mengenai politik.