Blogger Widgets
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Life. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Maret 2012

Wawancara lucu dengan Science 2

Ini video udah lamaaaaaa banget, sekitar 3,5 tahun yang lalu mungkin, cuma setiap nonton video ini, aku selalu ngakak.

Ini juga pertama kalinya banget aku pake video editor dan itu kulakukan pas SMA. Ribet banget... Tapi asik :D

Thanks buat Adit yang udah ngambil video ini dan juga buat Dea, Kiki, dan Nindya yang diwawancara disini...
Nb: Kayaknya post yang satu bakal aku taruh di atas terus, maaf ya :D




Music: Destiny Island

Enjoy :D

Chaos at Flag Ceremony

Hai Guys!!... Kalian pasti punya pengalaman memalukan saat SMA yang masih bisa dikenang sampai sekarang kan? Nah, khusus untuk pengalamanku yang satu ini, yang ngenang bukan aku aja, tapi semua orang di sekolahku, padahal aku udah cukup terkenal di sekolah (Plaaak!!!), tapi gara2 ini semua kenangan sekolah yang diinget dan ada akunya, kebanyakan larinya ke kejadian ini...

Kebetulan, banyak sepupuku yang lebih muda dari aku sekolah di sekolah yang sama, kalo mereka tanya ke seniornya mereka kenal aku ato ga, pasti jawaban mereka: "Yang nabrak tiang itu kan? hahaha".

Padahal buatku, kejadian itu cukup tragis.

Waktu itu aku kelas 2 SMA dan lagi liburan sekolah selama 2-3 mingguan. Sayangnya pengalaman liburan itu malah aku habiskan untuk rawat inap di rumah sakit. Aku kena sakit typus, penyebabnya karena terlalu banyak aktivitas dan males makan, padahal waktu itu aktivitasku cuma sekolah sama paskibra, walaupun emang full dari pagi sampe sore ga berhenti2, tapi aku menikmatinya banget.

Di hari pertama aku masuk sekolah setelah keluar dari rumah sakit. Diadakanlah itu... upacara bendera, dan pembina upacaranya kebetulan lagi yang datang adalah polisi. Karena masih baru banget masuk setelah liburan, petugas upacara yang biasa digilir tiap kelas, jadi paskibra yang wakilin.

Saat emak (temenku, orang tua di paskibra istilahnya) menawarkan siapa yang mau jadi pembawa naskah pancasila, akulah yang menawarkan diri, soalnya aku sendiri juga kangen banget sama aktivitas paskibra. "Ga tau diri, habis sakit juga" pikirku, tapi aku memang lagi kangen banget dan ingin berpartisipasi entah itu kegiatan paskibra macam apa. Temen2ku ngasih tugas itu akhirnya ke aku, dengan ragu.

Nah, upacara dimulai, ni aku sadar kalo tadi pagi aku ga makan cukup banyak, sebelahku, anak osis yang juga temen sekelasku, bambang, bingung liat aku jadi tura.
"Lah, fal? lu jadi tura, baru sembuh juga?"
"Iya bang, kangen sih tapi aku takut pingsan juga"

Si bambang cuma ketawa, terus kita ngobrol. Aku waktu itu bertekad, "Pokoknya ga boleh pingsan, pokoknya ga boleh pingsan!". Gila aja!! Aku pake baju PDH khusus paskibra gini dan yang jadi pembinanya polisi pula. Waktu itu biasanya dua minggu satu kali yang ngadain upacara itu cuma per kelas, karena kegiatan sekolah waktu itu sedang sibuk2nya, dan sekarang ini seluruh sekolah ikut semua! Dari anak kelas 1,2,3, guru2, dan juga beberapa polisi itu.

Nah, saat aku pembacaan pancasila itu diadakan, chaos begin!. Aku maju ke sebelahnya pak polisi itu buat ngasih naskah pancasilanya. Nah pas dia selesai baca pancasila dan aku harus nunggu di sebelahnya itulah, aku mandang lagi ke depan, Kok berbayang semua....
"Mampus! (Dalam hati, masih sadar) Nih pasti bakal pingsan, duh gimana...!, apa balik sekarang??!!"

Aku ngeliat kelas kosong di belakangku, berusaha memastikan kalo aku bisa masuk kesana untuk numpang pingsan. Memang sih, semua orang pasti bakal mikir "ngapain nih orang masuk kesana di tengah upacara kayak gini, ga sopan!". Tapi daripada pingsan di sebelah polisinya gini kan?. But, Damn!! pas aku liat lagi, kelasnya digembok!

Aku ga punya cara lain, selain balik ke tempatnya bambang dan pingsan disitu, walaupun masih keliatan publik juga. Aku langsung balik kanan dengan tegas, lalu *zleeb* Gelap! Ni aku udah pingsan, tapi aku ngerasa kalau aku masih jalan. Berdasarkan cerita teman2 sekelasku, sontak pas aku balik kanan semua orang langsung ngeliatin aku di tengah ceramah pak polisi tentang narkoba yang memang ngebosenin banget. Bambang melongo ngeliatin aku yang ternyata lama2 aku ga jalan langkah tegak maju, tapi langkah gontai yang miring2 dan setelah beberapa lama kemudian, *DUAGHH* aku nabrak tiang tembok yang ada di belakang guru2, kenceng banget! (guru2 ga sadar kalo aku udah ga ada di tempat, mereka cuma bengong ngeliatin anak2 yang bengong ngeliatin aku), dan meluk tu tiang sambil pelan2 merosot ke bawah. Spontan seluruh siswa SMAN 2 Cibinong langsung ketawa kencang memotong ceramah pak polisi tadi dan keadaan langsung berisik. Dan begitulah aku digotong ke kelas kosong oleh banyak ibu guruku.

"Fal...!!?, kamu gak papa nak? Kamu gak papa??" *sambil nelponin ibuku buat jemput aku*
*Bingung di luar berisik, semua guru mijetin aku* "Eh, gak papa bu, gak papa" *meringis, ada guru yang mijetnya sakit banget!*
"Ah yang bener kamu!! Itu kamu kesakitan gitu! Yang mana yang sakit??"
"Iya kok bu beneran gak papa... (haduh buuuk, pelan2 dong mijitnyaaaaaa!!!"

Akhirnya datanglah paklekku buat jemput aku, aku ga sempet ke kelas yang pastinya mereka bakal ngebahas ini selama seminggu terakhir. Waktu itu yang ada di pikiranku cuma teman2 paskibra seangkatanku, soalnya di aturan paskibraku, kalau satu orang buat kesalahan saat upacara, semuanya kena hukum, yang rupanya aku buang2 energi buat nghawatirin soal itu, mengingat mereka semua ketawa, termasuk senior2ku yang harusnya hukum mereka.

Kejadian ini bahkan sampai terabadikan di CD tahunan angkatanku (dea sialan!). Besoknya setelah kejadian itu, semuanya ketawa ngeliat aku, bahkan temen baikku ada yang ngomong gini:

"Maaf ya fal, aku kasian tapi aku ketawa, habis lucu sih, hahahaha..."

-_-...

Sabtu, 03 Maret 2012

Anin

Sudah satu bulan sepupunya sepupuku yang dari New Zealand datang kesini. Aku berteman akrab dengannya (setidaknya dari email). Email-emailnya untukku panjang sekali, dan dia suka mengoreksi bahasa Inggrisku yang payah. Disana aku suka bertanya-tanya mengenai keadaan negaranya, karena aku berencana (mungkin) untuk bekerja disana setelah lulus nanti. Dia boring dengan negaranya, dengan alasan yang sama seperti aku boring dengan kampusku.
Alasannya adalah mereka baik, sangat baik, hanya saja kami tidak cocok dengan mereka, entah mengapa bisa begitu.

Anin ini adalah seorang adventurer, berbeda denganku yang seorang anak rumahan. Dia suka pergi ke tempat2 yang tidak pasti, sedangakan aku hanya suka pergi ke tempat yang pasti2. Setelah lulus nanti, dia ingin keluar dari negaranya dan kembali ke negara sebelumnya dimana ia menjalani masa SMAnya, Australia. Semua teman2nya ada disana, dan dia juga ingin bekerja disana, di kota yang ramai (Sydney tentunya, bukan Perth), berbeda dengan NZ yang seperti kota mati baginya (aku tahu itu hanya "baginya", kenyataannya dia juga agak merasa bersalah soal argumennya itu).

Di email, kami benar2 membicarakan tentang masa depan, tujuan, kehidupan, dan juga lingkungan2 negara yang pernah kami kunjungi. Dia juga bisa membaca dalam emailku, bahwa aku tidak benar-benar menyukai fitness, well... aku suka dengan exercisenya, tapi aku tidak begitu suka mempelajarinya. Dia juga memandang bahwa sebagian dari alasan aku fitnes adalah untuk melupakan hal-hal yang tidak menyenangkan untuk dipikirkan, atau membuatku depresi, istilah gampangnya. Tapi apa lagi yang kupunya? Aku bertekad untuk menjalani hal ini dulu dan membangun cita2 dengannya. Mungkin aku bisa saja berpikir bahwa aku bisa ikut kompetisi2 dari fitnes ini, kau tau, seperti L-Men of the year dan sebagainya itu, tapi hanya membayangkannya saja membuatku takut. Itulah kenapa aku untuk sementara memilih fokus untuk bertujuan menjadi trainer dulu untuk karier masa depanku, selain karena aku cukup suka mengajar aku juga terinspirasi oleh acara The Biggest Loser Asia.

Berbeda denganku, walaupun mbak Anin (usia kami sama, tapi orang tuanya lebih tua dari orang tuaku, tradisi jawa) tidak memiliki lingkungan dengan teman2 yang dia inginkan seperti aku, dia sudah mengetahui dan menjalani passion dari hidupnya. Design adalah sesuatu yang ingin dia kerjakan dalam hidupnya, dia bisa melihat bidang itu ada di masa depannya dan ia bisa mengerjakannya dengan bahagia. Aku juga ingin seperti itu, setidaknya mengetahuinya dulu saja, urusan menjalaninya itu belakangan.

Kadang2 aku berpikir bahwa aku sangat tidak bersyukur karena banyak mengeluh di dalam hati. Hanya saja ya begitu, aku ingin sekali hatiku gembira dan bersyukur, tapi rasanya palsu sekali. Ketika aku berusaha melihat orang yang berada di bawahku aku malah merasa sepeti orang sombong dan tidak menghargai kehidupan orang2 yang berada di bawahku tersebut, tak pernah benar2 ada orang yang ingin dikasihani untuk hal2 semacam itu.

Selain itu aku juga bertanya padanya mengenai lingkungan disana. Dari pendapatnya, aku merasa New Zealand adalah tempat yang lebih cocok untukku daripada Australia dan negara2 lainnya. Walaupun aku punya ketertarikan dengan Malaysia, hanya karena aku pernah transit sekali disana dan melihat twilight yang indah dan lama sekali, seperti kota yang ada didalam impianku, tapi entahlah...

Aku juga bertanya mengenai pendapat para Kiwi mengenai orang Asia (dia (Anin) chinese). Dia bilang biasa2 saja, mengingat penduduk New Zealand juga campuran berbagai ras. Aku jadi ingat waktu aku homestay di Australia dan cukup kaget bahwa ini pertama kalinya homestay parentku berani menerima orang muslim dari puluhan anak yang pernah tinggal di rumahnya (mudah menebak agamaku dari wajahku, beberapa orang di negaraku sendiri mengira aku punya darah arab, padahal tidak sama sekali), aku tidak begitu menanyakan alasannya mengingat sepertinya aku tahu apa jawabannya.

Mengenai rencana hidup di New Zealand itu, dia menyarankan aku untuk mengambil kuliah dulu disana, kuliah apa saja, agar mudah untukku menjadi permanent residence. Aku tak tahu harus bagaimana mengenai itu, aku hanya membalas bahwa selama aku bisa menemukan lingkungan dan pekerjaan yang aku cari, aku inginkan, aku tak perlu repot2 untuk memutuskan tinggal di New Zealand, seperti yang kubilang tadi, aku anak rumahan, pikiranku untuk keluar negeri adalah untuk menjalani hidup disana, bukannya berpetualang. Tak ada yang benar2 tahu mengenai saran untuk masa depanku, bahkan ayahku sendiri, yang kukenal sebagai pemecah masalah nomor satu di dunia. Walaupun selama ini aku merasa perasaan kuat, bahwa apapun yang terjadi aku harus menyelesaikan kuliahku, dan menjalani rutinitas fitnesku. Aku juga merasa ada sesuatu yang aneh akan terjadi di masa depan. Entahlah, aku hanya bisa menunggu. :)

Aku dan keluarganya Pakde Mik(Mbak anin yang memakai baju garis2 di tengah) sehabis menonton film Negeri 5 Menara, film yang menginspirasi dan bagus sekali, kalian harus menontonnya. :D

Minggu, 26 Februari 2012

Lomba Nginjek Balon

Sama kayak video yang sebelumnya, ini video 3,5 tahun yang lalu yang masih bisa bikin aku ngakak.

Lomba ini aku pencipta idenya (hehe...). ini lomba nginjek balon pas Finalnya, Endingnya lebih tragis daripada beginningnya... :D



Enjoy :D

Sabtu, 25 Februari 2012

Rumah CupCake, Makaroni Panggang, dan Munty Cafe

Sabtu kemarin, aku bareng temen2 SMAku dulu berencana buat berenang. Entah kenapa ada aja halangannya, Ya aku disuruh nemenin ibukku ke rumah guru SMAku yang dulu buat nanyain kepindahan adikku lah (sampe bawa2 temenku yang mau renang itu!), baru ngumpul di rumah Nay jam 5 sore lah, untunglah tiba2 hujan deres banget karena menurutku mau renang juga ga bakal kesampaian, apa enaknya renang malem2?. Jadilah kita ke makaroni panggang.

Macet, Hujan, waktu keluar ngambil uang di ATM aja kepalaku langsung pusing

Diperjalanan, temen2ku pengen ke tempat yang beda2, ada yang mau ke rumah cupcake dulu lah (si Gandes ga mau ke tempat ini karena dia lagi diet), ke MP dulu lah, dan juga ada yang pengen ke Munty Cafe (entah tempat apa ini). Di perjalanan juga anak2 janjian kalau mereka harus ngerasain yang namanya NgeDugem, supaya ada pengalaman, kenapa ga sekalian ngerasain ketabrak mobil aja?, supaya ada pengelaman? Omelku, pokoknya mereka maksa gitu, aku sih ogah. -_-

Karena ternyata parkirannya penuh banget, kita parkir di rumah cupcake dulu, kupikir karena aku udah parkir jadi seenggaknya aku harus beli dulu, ternyata makaroni panggang sama rumah cupcake itu satu company. -_-


Sebenernya kita foto2 kyk gini itu agak malu2in, cuma karena aku pengen banget review tempat2 kayak gini ya terpaksa deh, hehe...

Setelah belanja cupcake, kita ke makaroni panggang, penuuuh banget, jelas aja sih, malem minggu... Akhirnya kita ke atas buat cari meja

Ni anak naiknya lama banget, ternyata narsis dulu di tangga...

Cupcakenya dihabisin di makaroni panggang, sok2an mesra nih, hahaha

Disini, anak2 mesennya pada lama2 banget, padahal aku udah laper (ototku minta makan, wakakakak *plak!!*). Lamanya karena apa? Ya karena ada 2 anak yang nyangkut di tangga tadi + masih ada sesi foto2 habis nyangkut di tangga tadi. Ugh! deket2 mereka aku jadi narsis gini, harusnya aku ga begitu suka difoto.

Pesen Tenderloin steak dan lemon tea, steak disini enaaak banget, dan sangat sehat, kentangnya aja di mash, bukan digoreng.

Nah ini temenku Gandes yang lagi diet (udah turun 6kg lho! hahahaha), dia pesen Potato Salad. Makanan ini recommended banget! dan walaupun Salad, ini udah termasuk main menu harena ada potongan beefnya juga dan potatonya bikin kenyang.

Ini hasil photoshootnya:

Entah kenapa foto pakai kameranya Nay jadi putih begini, kayak Emmett ya... (Emmett Pandiangan)

Rabu, 22 Februari 2012

Insomniaaa....!!!

Masalah sulit tidur itu udah jadi kebiasaanku, faktor keturunan memang. Ibuku termasuk orang yang sulit banget buat tidur dan gampang bangun walau cuma dengan suara sekecil apapun, dan ayahku ga pernah tidur malam, tidurnya selalu siang. Dulu sih aku ga begitu mempermasalahkan hal ini, sampai ternyata pembentukan otot itu membutuhkan waktu tidur yang baik, dan itu minimal 8 jam per hari.

Dan malam ini mungkin yang terparah. Aku udah coba paksain sekuat dan serileks mungkin untuk tidur, yang ada malah pusing. Tambah lagi ngerasa laper, Akhirnya aku nyerah dan minum L-Men gain mass buat ngeredam laperku (lagi ga promosi).



Gangguin temen2 di grup bb



Panda Eyesku dari dulu ga sembuh2 juga -___-

Selain itu, kata trainerku yang di FF dulu, tidur di atas jam 10 itu ga baik, karena pada saat jam 10 ginjal sedang membuang racun dalam tubuh dan itu dilakukan saat kita tidur.

Uuuuuh... Pengen tidur... Tapi ga bisa tidur... Besok kuliah pagi2 banget lagi...

Padahal aku tahun berharap banget supaya badanku bisa "membesar" dengan cepat, mengingat banyak target yang ingin kucapai, dan waktunya sempit pula. Aku berharap setelah lulus kuliah ini aku bisa kerja di luar negeri, dan percayalah semua hal itu erat hubungannya dengan "badan besar" tadi...

Lebih baik kucoba buat tidur lagi... Selamat tidur semuanya...

Selasa, 21 Februari 2012

Golfing with Nay

Baru pulang habis ngegym, tiba2 temanku yang satu ini, Nay (yang juga kerja jadi caddie) pengen minta ditemani driving (artinya latihan golf, kalau ga salah). Rencananya sih kami nyoba golf ini bareng Gandes, cuma karena gandes lagi straight banget sama dietnya dan dia harus ngegym setiap hari, jadilah kami cuma berangkat berdua.

Kami berdua pergi ke Jagorawi Golf Club, karena aku harus jemput Nay dulu, jadilah kami kesana dengan melewati jalur sempit, rusak, full angkot+motor, benar2 harus tahan mental.

Ternyata yang namanya padang golf itu, luaaaaas banget (maklum, baru pertama kali ke tempat beginian), bahkan jalur buat mobilnya juga luas banget, mengingat tadi kami lewat jalur sempit nan rusak.

Si Nay ini meminjam semua peralatan golfnya dari "AA"nya itu, kecuali sarungnya katanya, yang dia pinjam dari temannya (apalah bedanya). Rupanya di tempat golf ini juga ada rasa gengsi2anya (kukira di gym doang kayak begini), Nay bilang kalo ga jago mainnya dan pas rame pula, bakalan malu2in, padahal kan kita ga main beneran dan cuma latihan juga, pikirku. Rupanya dia sering ngetawain dan ngejek kliennya yang ga pinter main golf, padahal dia sendiri ga bisa main golf, payah...

Kami cuma latihan dengan 50 bola (Rp.40.000), dan ga boleh lebih dari itu karena harinya juga udah sore banget. Di awal2, bola2 nay ga ada yang bisa melambung, dan dia kayaknya malu dan gengsi banget sama orang yang main di sebelah (ngapain juga malu naaaay...), dan setelah itu aku nyoba sebentar, entah gimana caranya pukulanku yang sekenceng itu cuma bisa bikin bola golf itu mental 1-2 meter tempat aku mukul, melihat orang sebelahku mukul sampai 200 meter, kayaknya aku salah dalam aspek apapun di golf ini.


Setelah beberapa saat, aku ngeliat Nay berekspresi aneh ke pemain sebelahnya yang lagi diajarin sama orang lain juga. "Ni anak kenapa sih?" pikirku, ekspresinya sirik, manja, cemberut gimana gitu, mengerikan. Sampai aku pikir ada yang ga beres sama dia dan ngomong kenceng "Kamu napa sih nay? Aneh banget!".
Dia nyamperin aku dan berbisik kenceng.
"Aku lagi main mata sama pemain pro yang ngajarin orang itu tauk! Biar diajarin juga sama dia!"
Dan dia balik ke tempatnya lagi dan nyoba main mata lagi, akhir2nya ga diajarin juga, hahahaahaha XD

Setelah beberapa bola, nay akhirnya bisa mukul melambung juga karena pada dasarnya dia tau teori2 golfnya (dia caddie golf juga) walaupun masih 50m. Terus giliranku untuk nyoba lagi, aku nyoba untuk pakai styleku sendiri, style spartan, yang penting kena dan pukulannya kenceng, eh berhasil!. Entah karena semangat, posisi mukulku jadi kayak begini:

Jelas2 salah, Jangan dicontoh!

Bukannya mental ke dapan, bolanya malah mental ke samping dan mantul ke belakang, kenceng banget! untung cuma kena atap, bukannya jendela. Aku langsung dilihatin orang sekitarku dan aku pura2 lanjut ke bola selanjutnya sambil nahan ketawa saat Nay ketawa ngakak.

Rupanya olahraga golf ini bisa bikin capek juga, kukira sama sekali ga ada capek2nya mengingat kita cuma ngayun2 stick golf doang, dan lagi, ternyata juga ada gengsinya, sama seperti kalo aku ke gym. Nay ingin balik kesini untuk latihan cuma kalau di jam2 yang sepi, karena malu sama orang2 yang ahli, aku ga ngerti kenapa juga harus malu... Harusnya ke-gak ngertianku itu juga kuaplikasikan tiap aku pergi ke gym... :p

Jumat, 17 Februari 2012

Gandes Diet!

Temenku yang satu ini udah sering banget nyoba diet, mungkin udah nyaris 3974x aku denger dia nanya:


Dia udah coba diet berkali-kali, dulu dia udah coba juga saranku dan udah turun sekitar 2 kilo dalam 1 minggu, habis itu aku ga denger perkembangan dietnya lagi (pernah sekali-kali aku nanya, dia jawab dengan "aduuuuh, abis makan bakso niiiih!" "aduuuuh, makan nasi padang niiiih").

2 mingguan kemudian, pas ketemuan sama dia lagi aku mikir "kenapa ni anak tambah bulet??"

Aku selalu kasih saran yang sama ke dia soal nutrisi, dan aku anjurkan banget banget supaya mulai ngegym, karena aku tau dia bisa konsisten dari situ dan ngegym juga bisa mengaktifkan hormon yang membuat orang kecanduan olahraga.

Waktu itu juga udah nyaris ngegym di celfit botani, dan udah bayar dpnya juga 100 ribu. Tapi tiba2 sama orang tuanya ga dibolehin gara2 katanya kalau ngegym nanti kulit bisa kendor, dll, dll. Kulit kendor kan karena lemak yang terbuang ga digantikan oleh otot (akibat diet yang salah), dan lagi kulit itu sifatnya elastis, bisa mengencang dengan sendirinya walaupun memang membutuhkan waktu. Ah, kok aku jadi ngejelasin soal ini. -_-, dan akhirnya dia ga jadi ngegym bareng aku (gymku di celfit botani square juga).

Belakangan ini dia tanya lagi soal diet, lagi... dan dia pengen nurunin 10 kilo dalam sebulan, Waktu itu aku naikin 10 kilo juga dalam sebulan dari 45 kilo tanpa olahraga sama sekali, tapi kalori intake-ku konsisten. jadi kubilang begini:


Lalu kukasih saran yang sama, lagi....




Udah capek2 ngejelasin... Dia tanya gini:


Dan begitulah... Dia bilang dia mau serius kali ini. Tiga hari kemudian aku tanya dia soal dietnya, dan katanya dia udah turun 3 kilo (cepet banget, aer semua kali ya yang ilang). Terus dia bbm gini ke aku:



Bukannya sok dan gimana2, tapi aku udah pengalaman banget sama buku2 kayak gini... dan sorry, saranku diatas tadi udah cukup buat ngeringkas cara diet melalui nutrisi tanpa olahraga. Jadi habis itu kubilang aja ke dia kalau mendingan ga usah.

Dan kemarin2 ini aku kaget kalau dia tenyata mulai ngegym, dia ga ngasitau aku secara langsung, kukira bohongan, sampai aku lihat foto dp temenku


Bukan, ini bukan gandes after. Ini nay teman akrabku sama gandes juga yang nemenin gandes ngegym. Kupikir kalau begini caranya aku yakin (mudah2an) diet gandes bakal sukses besar. Dia coba bikin ulah dengan pengen makan tempe udang goreng tepung, keduga aja kalo dietnya bakal gagal, dan dia akan naik 10 kilo, lagi... Terus dia bbm gini...


Semangat ya des dietnya, aku dan temen2 capek disuruh nyocok2in angle foto supaya kamu keliatan kurus, hehe :p



Rabu, 15 Februari 2012

Kang Aldi

Impianku adalah menjadi seorang trainer tim biru, tentu. Hanya saja sulit membayangkan orang yang menginspirasiku dalam hal itu, maksudku, trainerku sendiri bukan trainer yg tepat untuk ditiru.
Aku mencari-cari, orang yang tepat untuk menjadi inspirasiku, bahkan Dave Nuku pun belum cukup (aku ingat dia merestui strategi water loading yang digunakan tim birunya sendiri, belum lagi aku punya dugaan kuat bahwa fokus utamanya adalah pekerjaannya, bukan kliennya). Lalu aku menemukan orang yang tepat, orang itu bernama Aldi, instruktur paskibraku dan sekaligus ketua paskibra saat aku kelas 1 SMA.

Masa SMPku jauh lebih parah dari masa SMAku (masa SMAku indah, maksudku disini adalah dalam hal kemampuan fisik). Waktu itu, karena terpaksa, aku masuk ekstrakulikuler paskibra karena ekskul itu kekurangan anggota. Pertama kali masuk kami semua saling memperkenalkan diri, instruktur2ku baik sekali. Kami memanggil instruktur kami dengan Kang atau Teteh. Setelah itu kami latihan, anak-anak yang baru hanya diberi latihan jalan di tempat, dan itu saja sudah melelahkan sekali, saat itu kang aldi melatihku secara personal, menyemangatiku dengan lantang, menyuruhku marah pada tembok agak gebrakanku lebih kencang lagi, dia... mengagumkan sekali, saat itu aku mulai jatuh cinta dengan paskibra, selain karena alasan kebersamaan teman2 kami disana sangat kuat dan terasa menyenangkan.

Kang Aldi, yang memakai baju kotak2

Aku sangat menghormatinya, dan bukan dia saja, tapi instruktur yang lain juga sangat kuhormati. Aku ingat sekali kami diwajibkan menyapa instruktur2 kami jika berpas2an dengan mereka di mana saja. Dulu waktu itu aku, sangat, sangat polos, aku tak mengerti mengapa aku dan sedikit dari temanku yg lainnya dipisah pada saat latihan, yang dimana hal tersebut dilakukan karena aku tidak diikutsertakan lomba, tapi hanya melihat mereka latihan (jam latihanku lebih sedikit dan aku jadi menunggu mereka) di saat senja, membuatku sangat bahagia, memiliki teman dan senior yang tidak kumiliki dengan baik saat SMP.

Kang Aldi juga sangat care untuk menjaga perasaan adik2nya, dia tahu aku... well... lemah, dan ketika seorang senior menyuruhnya untuk menggebrak2an badanku (aku tak tahu bahasa benarnya apa) dia berbisik "tahan ya", selain itu aku ingat ketika kami disiram satu per satu di tengah malam saat pelantikan (hanya kepala saja), dia menyiramku dengan sedikit sekali karena mungkin dia takut asmaku kambuh (semua instrukturku selalu sangat berhati-hati denganku, kalau diingat sekarang rasanya memalukan sekali). Aku juga ingat ketika ada pengibaran bendera di kabupaten dan hanya aku saja yang tidak masuk dalam pasukan (dimana, lagi2 aku tak tau soal itu), kang Aldi berusaha mengharuskan aku untuk berpartisipasi, dengan nada yang semangat dia meminta tolong agar aku mendokumentasikan semuanya. Hal yang paling tidak akan pernah kulupakan adalah akhir malam pelantikan terakhirku, dimana kami semua ditutup matanya, berpegangan tangan secara melingkar, dialunkan musik "sampai ku menutup mata", dan Kang Aldi berceramah mengenai Indonesia dan betapa para instruktur kami mencintai kami, itu adalah hari terindah kedua dalam hidupku, hari terindah pertama adalah hari terakhirku di paskibra.

Sekarang Kang Aldi menjadi personil band, Humzter, aku berharap dia sukses di karirnya, dan aku berharap bisa menjadi trainer seperti dia. Yang bisa meng-impress orang lain untuk menjadi lebih baik.

Terima kasih Kang!, Teh!, Terus Semangat!! :)


Selasa, 14 Februari 2012

Second Life

This story based on the email that I send to Men's Health in September 2011. The editor reply my email and call me to asking something about it in October 2011. I don't know he'll show it on magazine or not, but, let's move on (Me, October 2011)



He show it! Yeah! One full page! but oh my God, I'm not really happy about it. I don't know, I can't see that page more than 20 second. Everytime I saw that it just... "Urgh!". But I'm happy that my parent happy, but for somehow reason I think I'll not doing it again. I even can't thinking about it. (Me, November 2011)

Me at 45 kg and 59 kg, now I'm 62 kg. :p


Saya seorang mahasiswa filsafat Universitas Indonesia, saya lahir pada tanggal 13 September 1990. Berat badan saya februari 2011 lalu adalah 45 kg dengan tinggi 170 cm. Semenjak SMA, saya aktif dalam beberapa kegiatan yang berbau fisik seperti paskibra misalnya, hanya saja bagian saya nyaris selalu ditempatkan di bagian dokumentasi dan segala hal yang berbau otak, saya ingin sekali banyak berpartisipasi dalam beberapa kegiatan fisik, tapi tentu saja penampilan saya yang sangat kurus membuat saya dan orang lain tidak yakin saya dapat melakukan hal itu, ironisnya lagi pelajaran olahraga merupakan bidang terlemah yang paling saya kuasai karena saya juga tidak suka olahraga. Pernah saya pada saat liburan SMA berlatih keras untuk lomba paskibra, tapi saat dua minggu sebelum lomba, saya dikeluarkan dari pasukan karena memang beresiko besar memasukan orang seperti saya mengingat penampilan seorang pasukan harus gagah dan proporsional. Saya pernah mencoba untuk menggemukan diri, dengan jamu dan obat, cara itu benar-benar gagal total, mengingat efek yoyo yang terjadi juga pada saya. Paman saya juga pernah menyarankan saya untuk ke gym, “tapi apa gunanya ke gym kalau saya masih sulit untuk memiliki nafsu makan yang banyak” pikir saya, apalagi waktu itu saya selalu berpikiran bahwa gym adalah tempat untuk orang-orang berotot dimana itu bukan tempat untuk saya, belum lagi dasas-desus dari teman-teman saya bahwa orang-orang disana adalah tipikal orang yang mementingkan kesehatan fisik saja, benar-benar bukan tempat yang bisa saya sukai.
Pada tahun 2011, saya merupakan penggemar berat acara biggest loser asia, saya sering menonton rekamannya di youtube. Saya tidak tahu kalau fitness dapat merubah orang sampai bisa ke tahap seperti itu, dan tentu saja langkah pertama yang mereka ambil untuk tidak malu ikut fitness dalam kondisi badan seperti itu sungguh menginspirasi saya, sehingga saya memutuskan untuk menaikan berat badan. Saat saya dalam proses menaikan berat badan, saya hanya memakai prinsip memasukan kalori sebanyak-banyaknya ke dalam tubuh saya. Saya ingin mencoba fitness tapi saya selalu teringat tanggapan-tanggapan negatif yang diberikan teman-teman saya tentang Gym mengenai komunitas dan sifat-sifat orang yang berada di sana sehingga setidak-tidaknya saya menunggu agar berat badan saya naik dahulu. Makanan yang saya konsumsi waktu itu kebanyakan daging penuh lemak, tidak peduli apakah makanan itu digoreng dalam wajan penuh minyak, ataupun makanan bergula kualitas rendah seperti es-krim dan coklat.

Setelah berat saya 55 kg, saya memberanikan diri mendaftarkan di fitness first Cibubur Junction pada bulan April, selain memiliki masalah underweight ternyata kerangka tulang saya juga bungkuk dan miring disebabkan sering memakai tas yang berat sebelah mengingat saya sering sekali membawa buku-buku berat ke kampus, persentase lemak saya juga mengerikan sekali, padahal berat badan saya juga rendah seperti itu. Di Gym saya mencoba untuk menyewa seorang personal trainer dan mulai berlatih, ternyata Gym serta komunitas disana benar-benar di luar dugaan saya. Banyak sekali orang-orang baik yang membantu saya dengan sukarela di Gym. Saya mencoba memfokuskan diri untuk menambah massa otot dan juga memperbaiki keseimbangan dan fleksibilitas saya yang awalnya parah sekali, tapi saya belum sempat mengatur nutrisi yang saya asup sehingga kompisisi tubuh saya juga masih berantakan walaupun memang sudah jauh lebih baik.
Saya sempat berhenti ke gym selama tiga mingguan pada sekitar bulan Juli karena saya mengambil course di Australia dengan tinggal disana secara homestay (tinggal dirumah seorang keluarga). Saya tidak begitu banyak berlatih, tapi saya berusaha melakukan latihan-latihan sederhana tanpa alat seperti push-up, squat, lunge, dll, saya juga suka membeli Men’s Health edisi sana untuk menambah latihan-latihan yang bisa saya lakukan dan menambah pengetahuan nutrisi yang bisa saya atur. Disana jadwal makan saya benar-benar diatur, mereka biasa makan dengan porsi luar biasa besar dan waktu yang tepat, tidak heran orang-orang disana memiliki fisik yang besar-besar juga. Makanan-makanan yang mereka konsumsi juga merupakan produk-produk low-fat, semuanya benar-benar low-fat, mulai dari margarin, susu, bahkan coklat (saya ingat sekali ketika saya mencari oleh-oleh coklat untuk keluarga saya, saya tidak bisa menemukan coklat tanpa tulisan low fat atau slogan-slogan kesehatan dibungkusnya). Disana lingkar pinggang saya turun 2 nomor, saya sempat panik karena ukuran celana saya 33, dan itu semua celana baru mengingat perubahan drastis pada tubuh saya belakangan ini. DI lain hal, saya juga senang karena saya tahu banyak lemak saya yang hilang di perut saya karena tubuh saya senang sekali menyimpan lemak disana.

Setelah saya pulang ke Indonesia , tantangan bulan puasa datang. Mengingat latihan keras di Gym sama sekali bukan apa-apa untuk saya, akan tetapi pengaturan pola makan benar-benar berhasil menyiksa saya. Masalah yang terjadi pada kebanyakan orang kurus seperti saya adalah tidak adanya nafsu makan yang datang secara teratur, dan puasa membuat nafsu makan saya hanya terletak di saat berbuka saja. Saya biasa latihan di malam hari pada saat bulan puasa dan tetap mengusahakan agar kuantitas jadwal makan saya sama dengan orang biasa pada hari yang normal, yaitu tiga kali sehari dan itu sulit sekali. Oktober ini berat saya 59 kg dengan persentase lemak 15% , fokus saya adalah menurunkan persentase lemak hingga sekecil mungkin untuk meningkatkan metabolisme tubuh saya agar ia membakar lemak pada saat saya istirahat dan mempelajari teknik dan teori fitnes sebanyak mungkin karena saya sempat mengalami masa-masa dengan hasil tidak memuaskan karena overtraining, salah asupan nutrisi, dan kurang istirahat (karena saya terbiasa tidur tengah malam). Belakangan ini, selain persepsi saya mengenai pola hidup sehat menjadi jauh lebih baik, kerangka tulang saya juga terperbaiki penyakit asma saya juga hilang. Di kedepannya, saya ingin mengikuti pelatihan personal trainer sehingga saya bisa membuka peluang sebesar-besarnya untuk menjadi orang seberguna Dave Nuku (trainer tim biru, ia juga pernah mengalami hal yang sama seperti saya “underweight” )untuk mengajarkan orang untuk memulai pola hidup sehat seperti yang ia lakukan di acara Biggest Loser Asia.